thank you for your visiting on this blog, welcome! please, type or click you are interested, Wilujeng sumping di blog simkuring, Haturnuhun

08 Maret 2009

Batu Mulia Diamond - Intan - Berlian


 http//matematika-edo.blogspot.com

BATU MULIA

( Berlian = Intan = Diamond )

Batu Mulia adalah mineral yang terbentuk oleh proses alami tanpa bantuan atau usaha manusia. Keindahan adalah merupakan paktor penentu untuk menjadikan suatu jenis batu disebut batu mulia. Faktor lain yang menambah tingginya nilai sebuah batu mulia adalah langkanya dan sukarnya batu itu didapat.  Salah satu batu mulia adalah Intan atau Diamond. 

Intan dapat memiliki warna bening bersih, ada juga yang warna kuning, kebiru-biruan, merah jabu muda, bahkan ada yang warna hitam.

Intan merupakan jenis batu mulia yang memiliki tingkat kekerasan paling tinggi dibanding jenis batu lainnya  dengan menggunakan skala “Moh” yaitu sekala 1 untuk batu paling lunak dan  skala 10 untuk batu yang paling keras (intan). Sedangkan ukuran besar kecilnya dinyatakan dalam satuan “kerat / piat “.

Kalo masalah harga sangat ditentukan oleh sifat pisiknya, yaitu:

Kekerasan, warna, kilauan pantulan, kemampuan atau derajat tembus sinar (transparan atau semi transoaran atau tdak tembus sinar)  dan yang terakhir ada suatu sipat batu yang aga sulit untuk diuraikan, yaitu sipat mistik yang sejak ribuan tahun telah menjadi kepercayaan berbagai bangsa di dunia, sering kali sifat ini telah menjadikan batu mulia mempunyai harga tersendiri. ( Bagi yang percaya saja)

            Coba tebak kira-kira berapa harga satu butir intan....? Kalo yang bagus sebutir yang sebesar biji jagung bisa mencapai 1 s.d. 3 miliar. WOW....tergiur ya!. Maka tidak heran banyak orang berusaha mencarinya, karena bisa jadi OKB = Orang Kaya Baru. Walaupun peluang dapatanya kecil, kadang-kadang kerja bertahun-tahun tidak dapat-dapat, tapi ada juga kerja satu hari langsung dapat....., di daerah tempat saya bertugas (Serimbu Kec.Air Besar- Landak-kalbar) termasuk daerah pengasil intan (selain di Kalsel dan Kalteng).

Mereka bekerja dengan cara tradisional, yaitu mengali tanah sedalam lebih kurang 4 s.d. 10 meter (bikin terowongan juga) atau dengan cara menyelam ke dasar sungai, mengambil jenis pasir yang biasa ada intannya disebut juga Areng

Cukup beresiko memang, bisa-bisa nyawa tarohannya..., tapi itulah kehidupan. Semuanya perlu diperjuangkan. Sayang sekali belum ada alat untuk mendeteksi keberadaan intan di dalam tanah selain memperhatikan indikatornya yaitu dimana banyak batu areng maka di sana berpeluang adl intannya.  Coba kalo ada alat pendeteksinya mungkin para penggali bisa lebih efektif dalam bekerja menambang intan.  

Poto di atas adalah salah satu contoh intan hasil kerja tradisonal rakyat, tentunya bentukna masih asli, nantinya bisa diolah lagi / dibentuk menjadi lebih bagus dan di buat cincin atau jenis perhiasan lainnya.  Kalau sudah di bentuk hargannya bisa lebih tinggi dari pada intan yang masih asli, tapi kadang-kandang bentuk aslinyapun sudah bagus jadi tidak perlu di olah lagi.

            Kalo ditinjau dari segi Analisa Dapak Lingkungan, kerja seperti ini kurang bersahabat dengan alam, silahkan yang pakar-pakar kalo mau meneliti atau mengkaji....., siapa tau punya solusi yang bijak dan OKE.

            Kalo soabat sobat berminat, beli saja yang harganya Rp 200 rbu – 500 rbu kemudian dibikin cincin, untuk hadiah penikahan istri tercinta .... romantis banget tuh.  Gimana Cep Dede? Kang Mul? & semuanya .....?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ketik komentar anda di sini